Link Kedinasan

:)

DEWAN GURU

Pahlawan tanpa tanda jasa

Pintar, kaya, kuat, bukan tujuan kesemuanya hanya imbas dan buah dari ketekunan dan kesabaran

Bimbingan

Pintar itu biasa yang luar biasa itu proses menjadi pintar

Program Pembiasaan

Bisa karena terbiasa, Budaya bersih dan kebiasaan baik lainnya ditanamkan sejak dini sebagai bentuk pengejawantahan karakter bangsa besar

Menyala

Api, api, api, api telah menyala kobarkan semangat pelajar, mencintai negeri, para idealis muda

Admin Web

Terus berkarya, bekerja, tak kenal henti, meraih ridho Illahi

25 Jul 2019

Yuk Membuat telur Asin dengan rasa kesukaan mu

Yuk Membuat telur Asin dengan rasa kesukaan mu

TELUR ASIN BERBUMBU SIMPLE TANPA ABU TANPA BATU BATA
BAHAN
25 Butir telur ayam atau Bebek kondisi mentah sekitar 1 ½ kg
375 gram garam kasar
Secukupnya air, saya habis sekitar 2 Liter
15 siung bawang putih
Cabe rawit, atau cabe merah besar atau cabe merah keriting sesuai selera. Untuk jenis cabenya sesuai selera saja ya. Jika suka pedas disarankan menggunakan cabe Rawit.
CARA MEMBUAT
Pertama cuci bersih telur untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Gosok pelan dengan menggunakan spons kasar untuk membuka pori-pori kulit telur agar bumbu lebih meresap. Sisihkan.
Dalam panci, larutkan garam dengan air secukupnya lalu di masak sampai mendidih dinginkan.
Iris bawang putih dan cabe kecil-kecil. sisihkan.
Tuang larutan garam yang direbus tadi ke dalam wadah atau toples, tambahkan bawang putih dan cabe yang sudah diiris tadi. Aduk rata.
Lalu masukan telur yang sudah di cuci tadi ke dalam wadah yang sudah berisi air garam yang sudah didinginkan tadi.
Terakhir siapkan air biasa [yang penting bersih] dalam plastik ukuran 1kg atau plastik kecil-kecil juga boleh, timpakan atau tindihkan bungkusan air diplastik tadi ke atas rendaman telur. Tujuannya itu agar telur-telur yang sudah dalam wadah tadi tenggelam alias tidak mengapung.
Lalu tutup wadah nya tadi, rendam selama 10-15 hari.
Kalau saya cukup merendam telur selama 10 hari dan rasa asinnya itu sudah pas. Tapi kembali ke selera masing-masing ya. 

Tahap paling akhir rebus telur langsung menggunakan air rendaman tadi selama 30 menit angkat, siap disajikan.
NOTE: saat merebus pastikan tutup panci agak terbuka biar gak rawan pecah. Gunakan api sedang.
Untuk hasil telur asin yang tahan lama, setelah direbus bisa dikukus dulu selama 2-3 jam agar bisa awet selama 1 bulan di suhu ruang.
Jika ingin dijual disarankan direndam 15 hari agar garamnya lebih meresap dan bisa menjadi pengawet alami agar telur lebih tahan lama.

28 Mei 2019

Mental Tahan Banting


Berikanlah anak kesempatan untuk mencurahkan segala yang ada di pikirannya. Selain itu dengarkanlah apa saja yang dikatakan oleh anak dengan sabar. Puji juga keberaniannya di dalam berekspresi lewat suatu cerita. cara membentuk mental anak agar tahan banting  ini akan membuat anak menjadi merasa dihargai pada lingkungannya. • Melatih Sikap Ramah Latihlah anak untuk bersikap ramah yaitu dengan menyapa tetangga ataupun petugas keamanan dan kebersihan ketika mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks. Pastikan anak menyapa mereka dengan senyum yang tulus. Berikan ia pengertian bahwa lewat cara sederhana ini bisa membuat dirinya serta orang lain menjadi senang. • Pesan Positif dari Buku Anda bisa mengajarkan anak mengenai pentingnya menolong kepada sesama, nilai-nilai toleransi serta kejujuran. Agar anak tertarik untuk mendengarkannya, sampaikanlah cerita-cerita tersebut dengan komunikatif. Kebiasaan untuk Membangun Mental yang Kuat Membangun mental yang kuat diperlukan kebiasaan selain menerapkan cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas, Anda perlu melakukan beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak. • Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional diperlukan untuk membangun mental yang kuat. Latihlah anak untuk bisa mengelola emosinya. Hal ini karena seseorang tidak akan bisa memiliki mental yang kuat tanpa adanya kemampuan untuk memahami serta mengendalikan emosi negatif yang ada di dalam dirinya. • Menerima Kegagalan Ajari anak untuk mau menerima kegagalan. Pahamkan kepada anak bahwa setiap apa yang diusahakan tidak selalu menghasilkan seperti yang diinginkan. Rasa ikhlas menerima kegagalan akan membuat anak menjadi pribadi yang tahan banting. • Percaya Diri Latihlah anak agar menjadi pribadi yang percaya diri. Kepercayaan diri anak terhadap sesuatu yang bersifat positif akan membantunya untuk menginspirasi anak lainnya yang ada di sekitarnya. • Adaptasi dengan Perubahan Mental yang kuat bisa terbangun jika anak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya dan bersifat fleksibel. Ketakutan mengenai perubahan akan menimbulkan kekhawatiran serta cemas yang berlebihan. Anda bisa melatih anak agar terbiasa beradaptasi dengan perubahan. Misalnya yaitu dengan mengajak anak untuk berada dalam lingkungan yang tidak seperti biasanya. Hal ini akan bermanfaat untuk anak kelak ketika sudah dewasa. Jadi, bagi Anda yang menginginkan anak agar bermental positif 5 cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas bisa coba untuk dilakukan. Selain itu, beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak agar kuat di atas juga bisa diterapkan. 

Berikanlah anak kesempatan untuk mencurahkan segala yang ada di pikirannya. Selain itu dengarkanlah apa saja yang dikatakan oleh anak dengan sabar. Puji juga keberaniannya di dalam berekspresi lewat suatu cerita. cara membentuk mental anak agar tahan banting  ini akan membuat anak menjadi merasa dihargai pada lingkungannya. • Melatih Sikap Ramah Latihlah anak untuk bersikap ramah yaitu dengan menyapa tetangga ataupun petugas keamanan dan kebersihan ketika mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks. Pastikan anak menyapa mereka dengan senyum yang tulus. Berikan ia pengertian bahwa lewat cara sederhana ini bisa membuat dirinya serta orang lain menjadi senang. • Pesan Positif dari Buku Anda bisa mengajarkan anak mengenai pentingnya menolong kepada sesama, nilai-nilai toleransi serta kejujuran. Agar anak tertarik untuk mendengarkannya, sampaikanlah cerita-cerita tersebut dengan komunikatif. Kebiasaan untuk Membangun Mental yang Kuat Membangun mental yang kuat diperlukan kebiasaan selain menerapkan cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas, Anda perlu melakukan beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak. • Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional diperlukan untuk membangun mental yang kuat. Latihlah anak untuk bisa mengelola emosinya. Hal ini karena seseorang tidak akan bisa memiliki mental yang kuat tanpa adanya kemampuan untuk memahami serta mengendalikan emosi negatif yang ada di dalam dirinya. • Menerima Kegagalan Ajari anak untuk mau menerima kegagalan. Pahamkan kepada anak bahwa setiap apa yang diusahakan tidak selalu menghasilkan seperti yang diinginkan. Rasa ikhlas menerima kegagalan akan membuat anak menjadi pribadi yang tahan banting. • Percaya Diri Latihlah anak agar menjadi pribadi yang percaya diri. Kepercayaan diri anak terhadap sesuatu yang bersifat positif akan membantunya untuk menginspirasi anak lainnya yang ada di sekitarnya. • Adaptasi dengan Perubahan Mental yang kuat bisa terbangun jika anak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya dan bersifat fleksibel. Ketakutan mengenai perubahan akan menimbulkan kekhawatiran serta cemas yang berlebihan. Anda bisa melatih anak agar terbiasa beradaptasi dengan perubahan. Misalnya yaitu dengan mengajak anak untuk berada dalam lingkungan yang tidak seperti biasanya. Hal ini akan bermanfaat untuk anak kelak ketika sudah dewasa. Jadi, bagi Anda yang menginginkan anak agar bermental positif 5 cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas bisa coba untuk dilakukan. Selain itu, beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak agar kuat di atas juga bisa diterapkan.

Sumber; SDNET

21 Jan 2019

Haji Agus Salim membiasakan anaknya bersikap kritis

Bagaimana Haji Agus Salim, Pejuang kemerdekaan Indonesia, mendidik langsung tujuh dari delapan anaknya melalui homeschooling? Dalam buku Menyingkap Tirai Sejarah (Gramedia, 2012) yang ditulis sejarahwan, Asvi Marwan Adam, diceritakan, Agus Salim tidak menentukan jam belajar dan bermain kepada anak-anaknya. Setiap ada kesempatan, ia menggunakannya untuk mendidik mereka. Ia paham betul cara untuk membuat anaknya selalu ingin tahu dan mengajarkan di mana mereka bisa memuaskan keingintahuan itu, yaitu membaca buku.
Agus Salim memberikan ruang kepada anak-anaknya untuk bertanya, mengkritik, bahkan membantah jika tak sependapat asalkan dengan alasan yang tepat. Ia selalu merangsang anak-anaknya untuk tidak hanya menerima pelajaran begitu saja, tapi juga memiliki daya kritis.
Nampaknya hal itu sesuai dengan karakter Agus Salim sendiri. Ia dikenal sebagai sosok vokal, jago debat, dan memiliki pengetahuan yang luas sehingga berjuluk singa podium. Bahkan, wakil presiden saat itu, Mohammad Hatta menjulukinya Salim op zijn best (Salim adalah orang hebat dan terbaik).
Karena itu, Agus Salim mewajibkan seluruh anak-anaknya mengikuti pelajaran yang ia berikan setiap hari. Pelajarannya mencangkup baca-tulis, bahasa, budi pekerti, dan agama.
Metode pengajarannya sangat menyenangkan tapi tetap mendidik. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung diajarkan secara santai, seolah-olah seperti sedang bermain. Sedangkan nilai-nilai budi pekerti, pelajaran sejarah, dan materi ilmu sosial lainnya diberikan melalui bercerita dan obrolan sehari-hari. 
Agus Salim tak semata-mata mengutamakan kepintaran anak-anaknya, namun juga memperhatikan pertumbuhan jiwa mereka. Ia bersama istrinya tak ingin anak-anak terkekang oleh kehendak orangtua. 
Siti Asiah, salah seorang putri Agus Salim, menuturkan, ayah dan ibunya mengajarkan anak-anaknya secara bergantian dan berlangsung sambil bermain atau ketika sedang makan.
Salah satu model pembelajarannya, ayah dan ibunya sering menyanyikan lagu-lagu yang liriknya diambil dari karya sastrawan dunia. Selain itu, ayahnya juga pandai bercanda, sehingga bisa memikat dan tak membosankan.
Dalam buku Bunga Rampai dari Sejarah, Bulan Bintang, 1972 yang ditulis Mohammad Roem, disebutkan, salah satu kebiasaan menyenangkan sekaligus mencerdaskan yang diterapkan Agus Salim di keluarga adalah membaca. Ia menyediakan buku-buku berbahasa asing. Hasilnya, kecerdasan anak-anak Salim berkembang pesat. Di usia, balita mereka sudah lancar baca-tulis dengan banyak bahasa.
Roem pernah takjub dan terheran-heran saat berbincang-bincang dengan Dolly dan Totok. Keduanya yang saat itu masih usia dibawah 15 tahun, mampu meladeninya saat berdebat tentang pengetahuan yang diajarkan di sekolah tingkat atas(SK)