Link Kedinasan

:)

DEWAN GURU

Pahlawan tanpa tanda jasa

Pintar, kaya, kuat, bukan tujuan kesemuanya hanya imbas dan buah dari ketekunan dan kesabaran

Bimbingan

Pintar itu biasa yang luar biasa itu proses menjadi pintar

Program Pembiasaan

Bisa karena terbiasa, Budaya bersih dan kebiasaan baik lainnya ditanamkan sejak dini sebagai bentuk pengejawantahan karakter bangsa besar

Menyala

Api, api, api, api telah menyala kobarkan semangat pelajar, mencintai negeri, para idealis muda

Admin Web

Terus berkarya, bekerja, tak kenal henti, meraih ridho Illahi

25 Jul 2019

Yuk Membuat telur Asin dengan rasa kesukaan mu

Yuk Membuat telur Asin dengan rasa kesukaan mu

TELUR ASIN BERBUMBU SIMPLE TANPA ABU TANPA BATU BATA
BAHAN
25 Butir telur ayam atau Bebek kondisi mentah sekitar 1 ½ kg
375 gram garam kasar
Secukupnya air, saya habis sekitar 2 Liter
15 siung bawang putih
Cabe rawit, atau cabe merah besar atau cabe merah keriting sesuai selera. Untuk jenis cabenya sesuai selera saja ya. Jika suka pedas disarankan menggunakan cabe Rawit.
CARA MEMBUAT
Pertama cuci bersih telur untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Gosok pelan dengan menggunakan spons kasar untuk membuka pori-pori kulit telur agar bumbu lebih meresap. Sisihkan.
Dalam panci, larutkan garam dengan air secukupnya lalu di masak sampai mendidih dinginkan.
Iris bawang putih dan cabe kecil-kecil. sisihkan.
Tuang larutan garam yang direbus tadi ke dalam wadah atau toples, tambahkan bawang putih dan cabe yang sudah diiris tadi. Aduk rata.
Lalu masukan telur yang sudah di cuci tadi ke dalam wadah yang sudah berisi air garam yang sudah didinginkan tadi.
Terakhir siapkan air biasa [yang penting bersih] dalam plastik ukuran 1kg atau plastik kecil-kecil juga boleh, timpakan atau tindihkan bungkusan air diplastik tadi ke atas rendaman telur. Tujuannya itu agar telur-telur yang sudah dalam wadah tadi tenggelam alias tidak mengapung.
Lalu tutup wadah nya tadi, rendam selama 10-15 hari.
Kalau saya cukup merendam telur selama 10 hari dan rasa asinnya itu sudah pas. Tapi kembali ke selera masing-masing ya. 

Tahap paling akhir rebus telur langsung menggunakan air rendaman tadi selama 30 menit angkat, siap disajikan.
NOTE: saat merebus pastikan tutup panci agak terbuka biar gak rawan pecah. Gunakan api sedang.
Untuk hasil telur asin yang tahan lama, setelah direbus bisa dikukus dulu selama 2-3 jam agar bisa awet selama 1 bulan di suhu ruang.
Jika ingin dijual disarankan direndam 15 hari agar garamnya lebih meresap dan bisa menjadi pengawet alami agar telur lebih tahan lama.

28 Mei 2019

Mental Tahan Banting


Berikanlah anak kesempatan untuk mencurahkan segala yang ada di pikirannya. Selain itu dengarkanlah apa saja yang dikatakan oleh anak dengan sabar. Puji juga keberaniannya di dalam berekspresi lewat suatu cerita. cara membentuk mental anak agar tahan banting  ini akan membuat anak menjadi merasa dihargai pada lingkungannya. • Melatih Sikap Ramah Latihlah anak untuk bersikap ramah yaitu dengan menyapa tetangga ataupun petugas keamanan dan kebersihan ketika mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks. Pastikan anak menyapa mereka dengan senyum yang tulus. Berikan ia pengertian bahwa lewat cara sederhana ini bisa membuat dirinya serta orang lain menjadi senang. • Pesan Positif dari Buku Anda bisa mengajarkan anak mengenai pentingnya menolong kepada sesama, nilai-nilai toleransi serta kejujuran. Agar anak tertarik untuk mendengarkannya, sampaikanlah cerita-cerita tersebut dengan komunikatif. Kebiasaan untuk Membangun Mental yang Kuat Membangun mental yang kuat diperlukan kebiasaan selain menerapkan cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas, Anda perlu melakukan beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak. • Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional diperlukan untuk membangun mental yang kuat. Latihlah anak untuk bisa mengelola emosinya. Hal ini karena seseorang tidak akan bisa memiliki mental yang kuat tanpa adanya kemampuan untuk memahami serta mengendalikan emosi negatif yang ada di dalam dirinya. • Menerima Kegagalan Ajari anak untuk mau menerima kegagalan. Pahamkan kepada anak bahwa setiap apa yang diusahakan tidak selalu menghasilkan seperti yang diinginkan. Rasa ikhlas menerima kegagalan akan membuat anak menjadi pribadi yang tahan banting. • Percaya Diri Latihlah anak agar menjadi pribadi yang percaya diri. Kepercayaan diri anak terhadap sesuatu yang bersifat positif akan membantunya untuk menginspirasi anak lainnya yang ada di sekitarnya. • Adaptasi dengan Perubahan Mental yang kuat bisa terbangun jika anak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya dan bersifat fleksibel. Ketakutan mengenai perubahan akan menimbulkan kekhawatiran serta cemas yang berlebihan. Anda bisa melatih anak agar terbiasa beradaptasi dengan perubahan. Misalnya yaitu dengan mengajak anak untuk berada dalam lingkungan yang tidak seperti biasanya. Hal ini akan bermanfaat untuk anak kelak ketika sudah dewasa. Jadi, bagi Anda yang menginginkan anak agar bermental positif 5 cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas bisa coba untuk dilakukan. Selain itu, beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak agar kuat di atas juga bisa diterapkan. 

Berikanlah anak kesempatan untuk mencurahkan segala yang ada di pikirannya. Selain itu dengarkanlah apa saja yang dikatakan oleh anak dengan sabar. Puji juga keberaniannya di dalam berekspresi lewat suatu cerita. cara membentuk mental anak agar tahan banting  ini akan membuat anak menjadi merasa dihargai pada lingkungannya. • Melatih Sikap Ramah Latihlah anak untuk bersikap ramah yaitu dengan menyapa tetangga ataupun petugas keamanan dan kebersihan ketika mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks. Pastikan anak menyapa mereka dengan senyum yang tulus. Berikan ia pengertian bahwa lewat cara sederhana ini bisa membuat dirinya serta orang lain menjadi senang. • Pesan Positif dari Buku Anda bisa mengajarkan anak mengenai pentingnya menolong kepada sesama, nilai-nilai toleransi serta kejujuran. Agar anak tertarik untuk mendengarkannya, sampaikanlah cerita-cerita tersebut dengan komunikatif. Kebiasaan untuk Membangun Mental yang Kuat Membangun mental yang kuat diperlukan kebiasaan selain menerapkan cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas, Anda perlu melakukan beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak. • Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional diperlukan untuk membangun mental yang kuat. Latihlah anak untuk bisa mengelola emosinya. Hal ini karena seseorang tidak akan bisa memiliki mental yang kuat tanpa adanya kemampuan untuk memahami serta mengendalikan emosi negatif yang ada di dalam dirinya. • Menerima Kegagalan Ajari anak untuk mau menerima kegagalan. Pahamkan kepada anak bahwa setiap apa yang diusahakan tidak selalu menghasilkan seperti yang diinginkan. Rasa ikhlas menerima kegagalan akan membuat anak menjadi pribadi yang tahan banting. • Percaya Diri Latihlah anak agar menjadi pribadi yang percaya diri. Kepercayaan diri anak terhadap sesuatu yang bersifat positif akan membantunya untuk menginspirasi anak lainnya yang ada di sekitarnya. • Adaptasi dengan Perubahan Mental yang kuat bisa terbangun jika anak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya dan bersifat fleksibel. Ketakutan mengenai perubahan akan menimbulkan kekhawatiran serta cemas yang berlebihan. Anda bisa melatih anak agar terbiasa beradaptasi dengan perubahan. Misalnya yaitu dengan mengajak anak untuk berada dalam lingkungan yang tidak seperti biasanya. Hal ini akan bermanfaat untuk anak kelak ketika sudah dewasa. Jadi, bagi Anda yang menginginkan anak agar bermental positif 5 cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas bisa coba untuk dilakukan. Selain itu, beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak agar kuat di atas juga bisa diterapkan.

Sumber; SDNET

21 Jan 2019

Haji Agus Salim membiasakan anaknya bersikap kritis

Bagaimana Haji Agus Salim, Pejuang kemerdekaan Indonesia, mendidik langsung tujuh dari delapan anaknya melalui homeschooling? Dalam buku Menyingkap Tirai Sejarah (Gramedia, 2012) yang ditulis sejarahwan, Asvi Marwan Adam, diceritakan, Agus Salim tidak menentukan jam belajar dan bermain kepada anak-anaknya. Setiap ada kesempatan, ia menggunakannya untuk mendidik mereka. Ia paham betul cara untuk membuat anaknya selalu ingin tahu dan mengajarkan di mana mereka bisa memuaskan keingintahuan itu, yaitu membaca buku.
Agus Salim memberikan ruang kepada anak-anaknya untuk bertanya, mengkritik, bahkan membantah jika tak sependapat asalkan dengan alasan yang tepat. Ia selalu merangsang anak-anaknya untuk tidak hanya menerima pelajaran begitu saja, tapi juga memiliki daya kritis.
Nampaknya hal itu sesuai dengan karakter Agus Salim sendiri. Ia dikenal sebagai sosok vokal, jago debat, dan memiliki pengetahuan yang luas sehingga berjuluk singa podium. Bahkan, wakil presiden saat itu, Mohammad Hatta menjulukinya Salim op zijn best (Salim adalah orang hebat dan terbaik).
Karena itu, Agus Salim mewajibkan seluruh anak-anaknya mengikuti pelajaran yang ia berikan setiap hari. Pelajarannya mencangkup baca-tulis, bahasa, budi pekerti, dan agama.
Metode pengajarannya sangat menyenangkan tapi tetap mendidik. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung diajarkan secara santai, seolah-olah seperti sedang bermain. Sedangkan nilai-nilai budi pekerti, pelajaran sejarah, dan materi ilmu sosial lainnya diberikan melalui bercerita dan obrolan sehari-hari. 
Agus Salim tak semata-mata mengutamakan kepintaran anak-anaknya, namun juga memperhatikan pertumbuhan jiwa mereka. Ia bersama istrinya tak ingin anak-anak terkekang oleh kehendak orangtua. 
Siti Asiah, salah seorang putri Agus Salim, menuturkan, ayah dan ibunya mengajarkan anak-anaknya secara bergantian dan berlangsung sambil bermain atau ketika sedang makan.
Salah satu model pembelajarannya, ayah dan ibunya sering menyanyikan lagu-lagu yang liriknya diambil dari karya sastrawan dunia. Selain itu, ayahnya juga pandai bercanda, sehingga bisa memikat dan tak membosankan.
Dalam buku Bunga Rampai dari Sejarah, Bulan Bintang, 1972 yang ditulis Mohammad Roem, disebutkan, salah satu kebiasaan menyenangkan sekaligus mencerdaskan yang diterapkan Agus Salim di keluarga adalah membaca. Ia menyediakan buku-buku berbahasa asing. Hasilnya, kecerdasan anak-anak Salim berkembang pesat. Di usia, balita mereka sudah lancar baca-tulis dengan banyak bahasa.
Roem pernah takjub dan terheran-heran saat berbincang-bincang dengan Dolly dan Totok. Keduanya yang saat itu masih usia dibawah 15 tahun, mampu meladeninya saat berdebat tentang pengetahuan yang diajarkan di sekolah tingkat atas(SK)

7 Nov 2018

Al Biruni Sang Astronom

Ketika mempelajari sejarah peradaban Islam, sulit rasanya tidak takjub dan kagum pada prestasi ilmuan dan intelektual muslim di masa lalu. Dari ilmu kedokteran, matematika, filsafat, seni hingga fisika. Di masa keemasannya, umat Islam berada di garis terdepan hampir dalam semua cabang keilmuan. Mereka mempelopori penemuan-penemuan baru dan membangun bangunan keilmuan yang belum pernah dibangun sebelumnya. Nama-nama seperti Ibnu al-Haytham, Ibnu Khaldun, dan lain-lain melayang di pikiran ketika berbicara tentang kehebatan ilmu pengetahuan Islam.
Salah seorang yang berada di kelompok elit ilmuan terbesar sepanjang masa adalah seorang polymath Persia Muslim, Abu Rayhan al-Biruni rahimahullah. Ia hidup pada rentang tahun 973-1048 M. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Asia Tengah dan anak benua India. Sepanjang karirnya, al-Biruni menjadi ahli dalam berbagai cabang keilmuan, termasuk sejarah, fisika, matematika, astronomi, linguistik, perbandingan agama, dan ilmu bumi. Meskipun ketidak-pastian dunia politik Islam terjadi di masanya, ia mampu menghadapinya dan menjadi salah satu ilmuan terbesar sepanjang sejarah.
Masa Kecil Sang Ilmuan
Al-Biruni lahir pada tahun 973 di provinsi Khurasan, di Timur Laut Persia. Sama seperti anak-anak lain di masanya, ia dididik di usia muda. Belajar bahasa Arab dan bahasa Persia, ilmu-ilmu Islam yang mendasar, dan ilmu pengetahuan alam. Awalnya, ia meminati kajian matematika dan astronomi. Di kemudian hari, ia menjadi seorang spesialis dalam dua bidang ilmu ini. Ia adalah seorang astronom terkemuka.

Selama waktu tersebut, ia menulis sebuah karya monumental yang mengkaji tentang sejarah peradaban kuno di tengah pengaruh silih bergantinya kerajaan. Buku itu sebagai penanda yang jelas bahwa di masa depan al-Biruni akan menjadi seorang ilmuan yang menguasai berbagai cabang keilmuan. Ini lebih dari sekadar buku sejarah. Karena buku merevolusi sejarah sains, astronomi, budaya, dan juga menjelaskan peristiwa sejarah. Dengan produktivitasnya di Jurjan, Al-Biruni menjadi salah satu ilmuan utama di zamannya melalui karya-karyanya.Di usia 20 tahun, ia pindah jauh dari daerah asalnya demi menimba ilmu pengetahuan. Selama 3 tahun ia melakukan perjalanan di seluruh Persia, belajar dari para ilmuan tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan. Akhirnya, pada tahun 998, ia menetap di Jurjan (Gorgan). Ia menjadi pegawai pemerintah setempat, Shams al-Ma’ali Qabus. Selama 10 tahun berikutnya, ia tinggal di kota kecil di wilayah tenggara Iran. Di tempat inilah ia melakukan penelitian, menulis buku, dan semakin banyak belajar.
Di Wilayah Kerajaan Ghazni
Al-Biruni tidak merampungkan beberapa karya monumentalnya hingga ia pindah ke Ghazni. Sebuah wilayah yang berada di bawah naungan Sultan Mahmud. Di masa itu, Ghazni adalah sebuah kota yang besar. Sebuah kota yang sekarang menjadi wilayah Afghanistan. Kerajaan Sultan Mahmud membentang jauh melampaui perbatasan Afghanistan modern. Wilayahnya sekarang meliputi Iran, Pakistan, dan India. Di kerajaan yang kuat ini, al-Biruni memiliki sumber daya dan kemampuan untuk menunjukkan apa yang ia mampu lakukan.
Sultan Mahmud memulai ekspedisi militernya ke India dengan sangat rapi. Tujuannya adalah melindungi pengaruhnya di sana. Kebiasaan Sultan Mahmud dalam ekspedisi militernya adalah mengajak serta al-Biruni. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi al-Biruni. Ia bisa mengenal berbagai bahasa, budaya, dan agama yang ada di India.

Karena kemampuannya membaca teks-teks Hindu kuno, al-Biruni mampu mengkompilasi sebuah ensiklopedia sejarah India kuno, yang dikenal sebagai Kitab Tarikh al-Hind(Ensiklopedi Sejarah India). Menariknya, banyak kabar tentang India kuno yang diketahui orang-orang masa kini berasal langsung dari buku al-Biruni. Tarikh al-Hind lebih dari sekadar memberitahu pembaca tentang India kuno, namun buku ini juga merupakan fakta bahwa al-Biruni mampu mengumpulkan begitu banyak ilmu yang berbeda untuk memahami latar belakang peristiwa sejarah. Buku ini adalah jendela untuk mengetahui falsafah India, geografi, dan kebudayaannya. Al-Biruni menenggelamkan diri dalam kajiannya, untuk memberi hadiah pada dirinya akan sebuah pemahaman yang lebih baik tentang sejarah India. Dengan demikian, Tarikh al-Hind benar-benar dapat dianggap sebagai salah satu buku pertama di dunia antropologi, studi masyarakat manusia dan perkembangan mereka.Mendapatkan anugerah kecerdasan yang mampu melahirkan ide-ide baru dengan mudah, al-Biruni dengan cepat berhasil menguasai bahasa Sansekerta dan bahasa liturgi Hindu. Kemampuan ini membuka khazanah pengetahuan baru. Ia bisa mempelajari budaya India langsung dari literatur-literatur aslinya. Kemudian membandingkannya dengan buku-buku dari belahan dunia yang lain. Ia menerjemahkan buku dari bahasa Sansekerta ke bahasa Arab dan Persia. Juga sebaliknya, dari bahasa Arab ke bahasa Sansekerta. Al-Biruni berpandangan bahwa beragamnya peradaban bertujuan untuk saling mempelajari satu sama lain, bukan saling menghancurkan.
Penemuan Ilmiah
Selain menjadi expert dalam sejarah dan budaya India, al-Biruni juga berhasil menentukan waktu yang tepat untuk membuat gebrakan ilmiah. Banyak ekspedisi yang ia lakukan sangat membantunya melihat dan mengenal variasi geografis dari sumber aslinya. Teori yang ia terapkan juga berhasil membuat mereka terhubung. Dengan menganalisis berbagai jenis partikel tanah di Sungai Gangga dari sumbernya hingga ke Teluk Benggala, al-Biruni merumuskan teori tentang erosi dan bagaimana proses terjadinya pembentukan tanah. Terutama mencatat peran air dalam proses ini.
Dalam kajian studi terkait, ia menemukan fosil-fosil kuno hewan laut di pegunungan yang memutus wilayah India dari seluruh wialayah dunia, Himalaya. Tampaknya tidak mungkin bahwa siput dari laut terdalam, kerang dan yang lainnya melakukan perjalanan ribuan mil ke daratan hingga ke kaki gunung. Dari sini al-Biruni sampai pada kesimpulan bahwa pada suatu masa Pegunungan Himalaya pasti pernah menjadi dasar laut. Dan sekarang, berpindah ke titiknya saat ini setelah jutaan tahun. Kajian ini secara langsung memberikan pemahaman di era modern ini tentang lempeng tektonik. Bagaimana benua bergerak dan bergeser dari waktu ke waktu.
Al-Biruni juga memelopori bidang geologi. Karena ia berhasil mengumpulkan, menganalisis, dan menyusun ratusan logam dan permata. Ia mampu menggambarkan sifat-sifat mereka. Bagaimana mereka dibuat, dan di mana benda-benda itu dapat ditemukan. Bukunya yang mengkaji tentang permata menjadi standar untuk memahami batu berharga selama ratusan tahun.
Al-Biruni terus mengecap pencapaian yang luar biasa hingga awal tahun 1000-an. Ia melakukan penelitian ke bidang-bidang seperti:
Bagaimana bumi berputar pada porosnya.
Bagaimana sumur dan sumber-sumber air membawa air ke permukaan.
Menggabungkan statika dan dinamika ke dalam studi mekanika.
Mencatat garis lintang dan bujur dari ribuan kota sehingga memungkinkannya untuk menentukan arah kiblat setiap kota.
Meneliti sifat optik dari bayangan yang berguna untuk menghitung atau memperkirakan kapada masuk waktu shalat-shalat yang lima waktu.
Membuat pemisahan (deferensiasi) astronomi ilmiah dari astrologi takhayul.
Selama 75 tahun masa hidupnya, al-Biruni berhasil merevolusi banyak tradisi keilmuan. Saat ia meninggal pada tahun 1048, ia telah menulis lebih dari 100 buku, yang saat ini banyak yang telah punah. Kecerdasan dan penguasaannya terhadap berbagai cabang keilmuan dan kemampuannya untuk mensinergikannya berhasil melahirkan pemahaman ilmu yang lebih baik sesuai dengan fungsinya. Hal ini juga menjadikannya termasuk di antara para ilmuan muslim terbesar sepanjang masa.
Kehadirannya maembantu keilmuan cendekiawan muslim di masa lalu untuk mengoptimalkan batas pengetahuan dan membangun batas baru. Dan juga berfungsi sebagai bukti nyata bahwa para ilmuan bisa mencapai kemampuan terbaik di tengah ketidak-stabilan politik, konflik, dan ketidak-jelasan kondisi. Dalam keadaan demikian para ilmuan bisa melakukan penelitian yang mengubah dunia dan membuat penemuan luar biasa.(KM.Com)
Daftar Pustaka
Ajram, K. The Miracle of Islamic Science. Cedar Rapids: Knowledge House Publishers, 1992. Print.
Dallal, Ahmad. Islam, Science, and the Challenge of History. New Haven & London: Yale University Press, 2010. Print.
Khan, Muhammad. The Muslim 100. Leicestershire, United Kingdom: Kube Publishing Ltd, 2008. Print.
Morgan, M. (2007). Lost History. Washington D.C. : National Geographic Society.
Diterjemahkan dari: http://lostislamichistory.com/al-biruni/
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)

30 Jan 2018

Membuat Kurikulum Membaca Untuk Anak di Keluarga

”Teng, saatnya membaca!” teriak saya.
Keempat anak saya bergegas menghentikan aktivitasnya bermain dengan wajah cemberut. Barangkali kecewa karena keasyikannya mendadak terhenti. Tapi, ini harus dilakukan sebab anak ada kewajiban untuk melakukan kegiatan selanjutnya yang tidak kalah mengasyikannya, yaitu membaca bersama.
Keempat anak saya bergegas masuk kamar. Ada yang mengambil buku tulis, buku dongeng dan buku pelajaran sekolah. Keempatnya kemudian berkumpul di ruang belajar yang nyaman. Mereka sudah siap untuk melakukan kegiatan membaca bersama.
Saya dan istri langsung berbaur. Saya mengajak Nera dan Zaka duduk di sebelah saya untuk mendengarkan saya membacakan buku dongeng. Mafi yang duduk di bangku kelas lima langsung membaca buku pelajaran, sambil sesekali membaca majalah anak-anak. Sedangkan Keila bermain coret-coret buku sambil berceloteh.
Saat itu keluarga kami terlibat dalam kegiatan membaca, dalam suatu waktu yang sudah saya dan istri susun. Membaca yang kami lakukan secara bersama-sama setiap hari dalam satu waktu tertentu yang sudah disepakati bersama.
Selesai membaca, kami kemudian bermain tebak-tebakan tentang isi bacaan yang sudah dibaca atau dibacakan. Anak-anak antusias menjawab dengan senang. Anak-anak saling berebut menjawab. Salah tidak masalah sebab yang terpenting senang.
Selesai bermain tanya jawab, anak-anak kemudian bermain mewarnai dan coret-coret di buku dan papan tulis. Anak-anak sangat senang sampai hampir dua jam lebih kegiatan membaca ini dilakukan.
”Teng! Selesai!” Teriak saya tanda kegiatan membaca bersama usai.
Anak-anak tampak kembali cemberut, tetapi ini pun harus disiplin untuk menegakkan aturan. Anak-anak kemudian menata buku-buku dan alat tulis, kemudian bergegas untuk menyiapkan kegiatan selanjutnya.
Inilah yang saya sebut sebagai kurikulum membaca sederhana yang ada dalam keluarga. Kurikulum yang mengatur kegiatan membaca anak-anak kita, sehingga mereka paham kapan saatnya bermain dan membaca.
Dengan membuat kurikulum membaca ini, maka setiap harinya akan ada kegiatan membaca bersama yang dilakukan anak-anak dengan orang tuanya. Kegiatan yang melibatkan keluarga untuk berkumpul dan berkomunikasi dengan media buku. Buku untuk dibaca dan dibacakan agar anak-anak kita terbiasa membaca dan memiliki wawasan luas.
Dari sinilah kesadaran keluarga untuk menanamkan kebiasaan dan budaya membaca bagi anak ditanamkan. Melalui kurikulum membaca ini anak-anak akan diorganisir sejak dini setiap harinya untuk melakukan kegiatan membaca. Jika terus dilakukan dalam jangka waktu yang lama, anak-anak akan terbiasa dengan membaca.
Untuk itu, jika keluarga ingin anak-anaknya memiliki kebiasaan membaca yang bagus, maka dalam sehari, harus memiliki kurikulum membaca. Kurikulum yang akan memuat empat hal penting sebagai berikut:
Pertama, kapan kegiatan membaca bersama akan dilakukan. Orang tua dan anak berdiskusi untuk menetapkan waktu yang tepat untuk membaca bersama dalam sehari. Waktu yang semua anggota bisa berkumpul bersama. Jika sudah ditentukan, maka semua harus komitmen untuk menjadikan waktu itu sebagai saat yang tepat untuk membaca bersama.
Kedua, menentukan materinya, yaitu dalam kegiatan membaca bersama ini, buku-buku apa yang akan dibaca. Apakah buku-buku dongeng, majalah atau buku pengetahuan. Materi buku yang akan dibaca kemudian bisa disusun, misalnya, setiap minggunya, dua hari buku dongeng, dua hari buku aktivitas, dan dua hari buku sains.
Ketiga, buatlah kegiatan yang menyenangkan dalam waktu membaca bersama tersebut. Misalnya, kegiatan akan diisi dengan membaca atau membacakan bersama, kemudian bertanya-jawab, menceritakan isi bacaan dan bermain dari buku yang dibuatkan orang tuanya dan setelah selesai akan diakhiri dengan makan jajan bersama. Dengan urutan kegiatan yang jelas anak-anak akan suka.
Keempat, berikan apresiasi pada anak atas kemampuan yang diperoleh. Artinya, jika anak-anak telah patuh pada kurikulum membaca ini, maka dalam tempo, misalnya sebulan sekali, adakan kegiatan apresiasi sebagaibentuk hadiah atas kedisiplinan dan kemampuan anak dalam mengikuti kurikulum membaca dengan baik. Apresiasi ini akan membuat anak-anak senang dalam membaca.
Dari kurikulum membaca inilah keluarga sedang menyiapkan anak-anaknya untuk gemar membaca dan sukses dalam pendidikan karena anak-anak menjadi pintar dan cerdas. Untuk itu, menjadikan anak-anak kita hobi membaca dan cerdas bukan semata memerintahkan anak belajar, tetapi mampu membuat kurikulum yang kemudian akan mengatur orang tua dan anak-anaknya membaca bersama secara berkelanjutan. (Heru Kurniawan - Pengajar di Institut Agama Islam Negeri Purwokerto Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir)

23 Jan 2018

8 Cara Menyenangkan Mengenalkan Makanan Sehat Kepada Anak

Makanan sehat mengandung gizi yang seimbang yang diperlukan tubuh agar dapat berkembang secara optimal. Di dalamnya terdapat vitamin, karbohidrat, protein, lemak, air dan mineral.
Mengenalkan makanan sehat kepada anak perlu dilakukan sejak dini. Ini penting karena banyak sekali makanan olahan yang dijual bebas disekolah-sekolah dan kurang bisa dipertanggungjawabkan kesehatannya. Apalagi umumnya anak lebih suka membeli jajan di luar dan lebih menyukai makanan olahan yang kita tidak bisa jamin kesehatannya daripada makanan yang Anda buat di rumah.
Namun mengenalkan dan membuat anak-anak menyukai makanan sehat olahan kita sendiri gampang-gampang susah. Agar upaya Anda membuahkan hasil, yuk coba 8 cara menyenangkan menurut Joan Khalaf yang dikutip dari activekids.com berikut:
Pertama, merencanakan menu bersama keluarga. Pilihlah waktu seminggu sekali misalnya untuk merancang menu sehat bersama anak-anak. Anda bisa menanyakan makanan apa yang mereka suka, tawarkan juga ide makanan sehat dari kita kepada anak-anak.
Misalnya: ”Nugget pilihanmu juga enak lho kalau kita masaknya kita campuri wortel dan brokoli.” Atau, ”Jagung dan keju juga enak untuk snack siangmu di sekolah!”
Kedua, tempatkan makanan sehat ke dalam piring atau mangkuk yang bergambar kartun anak-anak. Bisa juga piring-piring warna warni yang disukai anak-anak. Dengan tampilan yang menarik membuat selera makan anakpun meningkat.
Ketiga, biarkan bermain dengan makanan mereka. Misalnya kita ajak anak-anak menghias makanan atau nasi dengan cetakan berbentuk gambar lucu atau macam-macam cetakan bergambar binatang maupun buah-buahan, demikian juga sayur dan lauk pauk-pauknya. Bebaskan anak untuk berkreasi dengan makanannya.
Keempat, sesekali ajaklah anak ke dapur untuk memasak bersama. Anda bisa memasak bersama anak-anak di dapur. Ajak anak terlibat dalam aktivitas memasak. Pilihlah menu menu makanan sehat yang bisa bunda lihat di internet atau buku buku resep masakan.
Kelima, buat kumpulan-kumpulan resep masakan. Anda bisa menyusun kumpulan resep masakan yang ke dalam sebuah album yang dibuat bersama anak-anak. Suatu saat Anda dan anak-anak bisa membuka kembali album tersebut untuk mencari inspirasi menu-menu makanan sehat.
Keenam, selalu menjaga kebersihan dan kesehatan sebelum makan maupun dalam aktivitas bermain dengan makanan sehat. Dengan cara mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudahnya. Demikian juga peralatan yang dipakai dalam menyiapkan makanan sehat selalu harus dalam keadaan bersih sebelum dan sesudah kegiatan.
Ketujuh, luangkan waktu untuk bercakap-cakap bersama keluarga. Bercakap-cakap tentang makanan yang dikonsumsi dan semua hal yang Anda tahu tentang makanan sehat yang enak dan mudah didapat agar anak-anak tertarik memakannya.
Kedelapan, biarkan anak-anak belajar berekplorasi dengan sajian makanan sehatnya. Ekplorasi rasa makanan, warna dan tampilan makanan sehat dapat dilihat saat makanan sehat ditampilkan. Anak-anak dapat saling berbagi ide dan pengalaman tentang makanan sehat. Jadilah pendengar yang baik terlebih dahulu dan berikan motivasi agar anak-anak dapat mengedepankan kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat. (Siti Munfarijah – Pegiat Literasi dan Kepala Sekolah di TK Diponegoro 146, Purwokerto Barat)
 copas dari https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

22 Sep 2017

Jangan Asal Menghukum Anak

”Kakak, kenapa adik nangis, dipukul kakak lagi, ya?” tanya ibu. Perbuatan memukul ini sudah sering dilakukan. Ibu kemudian menghukum kakak dengan tidak diberi uang jajan selama tiga hari. Namun seperti tidak ada kapoknya walaupun sering dihukum kakak tetap saja mengganggu adiknya.
Kejadian anak yang membuat ulah sering kita temui di sekolah maupun di rumah. Anak yang tidak mengerjakan PR, tidak menaati tata tertib atau ketika di rumah tidak mau belajar, sering bertengkar dengan saudaranya dan lain-lain.
Menghadapi anak yang demikian, kadang orang tua atau guru memberi hukuman. Dengan begitu diharapkan bisa meredakan perilaku anak tersebut.
Namun tidak mudah memberikan hukuman pada anak. Salah-salah hukuman yang diberikan tidak akan memberikan efek jera. Apalagi setiap kali anak melakukan kesalahan selalu hukuman yang diberikan. Alih-alih anak menjadi jera malah semakin menjadi.
Sebelum memberikan hukuman, ada hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua atau guru, antara lain:

Pertama, memempertimbangkan ketepatan hukuman yang diberikan. Ketika anak tidak dapat mengerjakan PR misalnya, lihatlah apakah karena malas atau memang tidak mendapatkan kondisi yang optimal ketika belajar.
Kedua, bicarakan dengan anak apa yang menyebabkannya melakukan sesuatu yang tidak baik. Anak dapat saja mempunyai alasan tersendiri kenapa ia melakukan sesuatu yang dianggap tidak baik. Memberi pengertian kenapa perilakunya tidak benar jauh lebih membuat anak memahami kekeliruannya dibanding dengan hukuman fisik maupun psikis.
Ketiga, hukuman hanya akan merusak harga diri anak. Apalagi jika dilakukan di depan teman-temannya. Belum lagi jika mempunyai masalah, akan gampang putus asa.
Olok-olok dari teman-temannya akan memperburuk situasi psikisnya. Anak menjadi kurang bergaul dan malu, ketakutan dan menjadi pemurung.
Keempat, tegur dengan kata-kata yang tidak mengandung umpatan dan makian. Anak yang sering dimarahi apalagi dengan kata-kata kasar biasanya jika berada di luar rumah sulit terkendali dalam pergaulan dengan teman-temannya.
Kelima, beritahu kesalahannya dan menanyakan masalahnya kemudian mencari solusi adalah cara tepat daripada memarahi dengan sikap berlebihan.
Keenam, hindari hukuman yang berlebihan pada anak hanya karena kesalahan-kesalahan kecil yang sering dilakukan. Berdiskusi adalah cara terbaik untuk saling mengungkapkan keinginan kita terhadap anak, terhadap hal-hal yang harus dan yang tidak boleh dilakukan. (Sikhah – Guru Taman Kanak Kanak Pertiwi Bobosan, Purwokerto Utara)