Link Kedinasan

:)

DEWAN GURU

Pahlawan tanpa tanda jasa

Pintar, kaya, kuat, bukan tujuan kesemuanya hanya imbas dan buah dari ketekunan dan kesabaran

Bimbingan

Pintar itu biasa yang luar biasa itu proses menjadi pintar

Program Pembiasaan

Bisa karena terbiasa, Budaya bersih dan kebiasaan baik lainnya ditanamkan sejak dini sebagai bentuk pengejawantahan karakter bangsa besar

Menyala

Api, api, api, api telah menyala kobarkan semangat pelajar, mencintai negeri, para idealis muda

Admin Web

Terus berkarya, bekerja, tak kenal henti, meraih ridho Illahi

5 Agu 2020

PEDOMAN PELAKSANAAN KURIKULUM PADA SATUAN PENDIDIKAN DALAM KONDISI KHUSUS


KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 7L9lPl2O2O
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN KURIKULUM
PADA SATUAN PENDIDIKAN DALAM KONDISI KHUSUS



Cara Verivikasi akun PTK

Selamat pagi bapak/ibu guru. 
Silahkan memverivikasi keaktifan bapak ibu guru 
Verifikasi akun PTK  melalui web: https://ptk.datadik.kemdikbud.go.id

Langkah verivikasi
1. Masuk web ptk diatas. 
2.klik login menggunakan sso
3. User diisi alamat email yg telah diberikan kepada operatot
4. Password: karanganyaR8
5. Pilih menu biodata dan klik akun
6. Klik verivikasi sekarang, pastikan email yg tampil benar dan aktif
7. Klik lanjutkan, maka akan ada kode verivikasi terkirim ke email aktif (cek email) yg didaftarkan
8. Isikan kode verivikasi diisian akun, klik simpan
9. bila kode verivikasi belum muncul tunggu 1 atw 2 hari di email yg aktif, dan ulangi dari langkah pertama

Gunakan LAPTOP bukan handphone dikarenakan tampilan akun tidak terlihat
Waktu verivikasi akun yg efektif dilakukan dimalam hari... Terima kasih

14 Jul 2020

Mencurahkan Perhatian dan Kasih Sayang.

Kata kasih dan sayang mengandung pengertian yang sangat luas. Setiap manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari. Seseorang akan kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin dicintai sekaligus mencintai orang lain, dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput. Manusia merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang sempurna dari seluruh penciptaanNya. Sudah barang tentu manusia memilki kadar rasa kasih sayang sebagai salah satu anugerah dari Allah. Perlu rasanya kita mengkaji diri dan men-tafakkurkan sudah sejauh mana kita sebagai hambaNya menempatkan diri menjadi pribadi yang siap menebar kasih sayang dengan dihiasi nuansa keislaman. Cinta & kasih sayang Allah adalah cinta yang tidak terbatas. Hakikat & ukurannya tidak akan pernah dapat dipersamakan dengan kasih sayang siapapun. Allah Swt berfirman, “Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu”. (QS.Al-A’raf : 156).  Allah memiliki banyak nama-nama yang baik (Asmaul Husna), diantaranya sifat Rahman & Rahim, karena kedua sifat inilah Allah menciptakan seluruh alam semesta yang tujuannya agar makhlukNya bisa merasakan sentuhan cinta & kasih sayangNya. Bukan tak mungkin, apabila Allah tidak memiliki kedua sifatNya ini. Alam beserta isinya ini tidak akan terhampar sebagai hasil curahan kasih sayangNya, belum lagi tetesan kasih sayang yang diberikan Allah dalam setiap catatan kehidupan kita. Mulai dari bangun pagi, sampai memejamkan mata, Allah selalu memberikan perhatian kasih sayangNya. Nafas kita, jantung serta pergerakan denyut nadi kita tak luput dari kuasaNya. Dalam sebuah hadits Muslim Ibn Al-Hajjaj Al-Qusyairi menyebutkan bahwa “Allah memiliki seratus kasih sayang & satu diantaranya Allah bagikan kepada jin, manusia, & makhluk hidup yang ada di bumi. Sedangkan yang 99 lagi, Allah simpan untuk ditunjukkan di hari kiamat kelak”. Manusia sendiri pada dasarnya difitrahkan memiliki rasa cinta & kasih sayang, khususnya kepada lawan jenis. Hal ini merupakan sunnatullah dan tak bisa dihindari. Sejak Nabi Adam as diciptakan Allah, sebagai manusia pertama, Allah pun menyadari bahwa Adam menginginkan teman sebagai tempat bercengkrama di sampingnya. Hal inilah yang lantas Allah tunjukan dengan menciptakan Hawa sebagi pendamping Nabi Adam as. Motivasi cinta dan kasih sayang yang telah dianugerahkan oleh Allah seharusnya menjadi energi yang penting sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah. Sebab dengan mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada Allah bukan mustahil perjalanan kehidupan akan selalu terarah. Lantas pertanyaan yang akan timbul adalah bagaimana kita mengaplikasikan nilai-nilai kasih sayang sebagai jalan ibadah kepada Allah Swt? 1. Menciptakan Rasa Kasih dan Sayang Dalam Keluarga Agar di dalam suatu keluarga bisa tercipta rasa saling sayang dan mengasihi, maka masing-masing anggota keluarga harus selalu berusaha menciptakan kebahagiaan bagi anggota keluarga yang lain. Ibu memberi rasa sayang pada bapak dan anaknya, kemudian bapak mencurahkan semua perhatian pada istri dan keturunannya. Sedangkan anak bisa memberikan rasa cinta dan hormatnya pada kedua orangtuanya. Hal ini akan menyuburkan perasaan saling terikat antara satu dan yang lain dan menjadi kesatuan yang tak terpisahkan. 2. Menjadi teladan bagi Anak Apa yang menjadi kesedihan bagi salah satu anggota keluarga, maka akan menjadi kesedihan bagi semuanya. Demikian pula bila ada yang mendapat kebahagiaan, maka semua bisa ikut merasakan kebahagian yang menjadi milik bersama. Ini semua bisa terlaksana bila setiap anggota keluarga, terutama pihak orangtua bisa menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anaknya. Karena sang anak sejak dia lahir selalu ikut orangtua, maka secara mental dia juga menjadikan orangtuanya sebagai panutan dalam menjalani hidupnya. Dan yang tidak kalah penting adalah juga selalu berusaha menghilangkan rasa benci dan dendam bila terjadi permasalahan di antara mereka.
Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=249900777

Selama Pandemi Covid-19, Banyak Anak Jadi Korban Kejahatan Seksual dan Bullying

Orang tua diharapkan memperkuat pengawasan atas penggunaan gawai oleh anak, terutama keterlibatan anak di media sosial selama pemberlakuan kebijakan belajar di rumah (BDR) menyusul pandemi Covid-19. Hal itu menyusul laporan National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC). Laporan itu menunjukkan, pada April 2020, jumlah kejahatan dan eksploitasi seksual terhadap anak mencapai 4,2 juta atau meningkat dua juta anak sejak laporan NCMEC pada Maret 2020.  Eksploitasi anak itu terus meningkat seiring dengan kian bertambahnya waktu anak bermain dengan gawai menyusul kebijakan pemerintah beberapa negara yang memerintahkan anak belajar dari rumah dan memanfaatkan gawai sebagai sarana belajar dan berkomunikasi dengan guru. Penggunaan gawai juga meningkat karena aktivitas anak di luar rumah dibatasi menyusul pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga pelaksanaan fase new normal. Anak  yang terbiasa bebas melakukan berbagai interaksi sosial seperti bermain dan belajar di luar rumah ataupun di sekolah, mau tidak mau hal tersebut dihindari dan akhirnya mereka bermain menggunakan gawai. Masalahnya, intensitas anak bermain gawai itu disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kejahatan, salah satunya ekploitasi seksual anak online . “Meningkatnya intensitas anak dalam menggunakan media sosial selama pandemi membuka peluang bagi pelaku kekerasan untuk melakukan grooming sebagai tujuan seksual, “ujar Rio Hendra, selaku Koordinator Advokasi dan Layanan Hukum ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography, and Trafficking Of Children For Sexual Purposes) Indonesia, dalam Webinar Series “Internet Aman untuk Anak” Batch 3 (tiga) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), Selasa (30/6) lalu. Menurut Rio, tahapan grooming untuk tujuan seksual berawal ketika oknum mencari anak yang rentan dan mengumpulkan informasi. Lalu, mereka membangun komunikasi dengan anak tersebut. Selanjutnya, ketika anak sudah merasa nyaman dengan oknum tersebut, mereka melakukan perjanjian dengan anak tersebut, sehingga anak menjadi tertutup dengan lingkungan sekitarnya, dan hanya berkomunikasi secara menyendiri dengan oknum tersebut yang disebut fase rahasia dan isolasi. Lalu, secara bertahap oknum meningkatkan komunikasinya ke arah seksual. Untuk menghindari anak dari tindak grooming, Rio memberikan tips: pertama, yakni  anak dididik dan didorong orang tua untuk mampu mengatakan “Tidak” apabila diminta atau diajak dalam situasi yang dapat diindikasikan grooming. Kedua, keluarkan anak dari  grup atau lingkungan yang membuat mereka terjebak dalam situasi tersebut. “Upayakan agar anak mampu menceritakan hal tersebut kepada orang yang mereka percayai ketika mereka atau temannya menghadapi situasi tersebut, “jelas Rio. Selain terjadinya eksploitasi seksual online pada anak, juga perlu diwasapadi cyberbullyng. Founder Yayasan SEJIWA, Diena Haryana berharap agar anak-anak, sebagai netizen unggul mampu memberikan semangat terhadap temannya yang menjadi korban cyberbullying, karena dampak paling parah akibat cyberbullying adalah menyebabkan bunuh diri. “Cyberbullying seperti virus, awalnya hanya 1 (satu) orang yang tidak suka terhadap target bullying, dan akhirnya ia mengajak orang lain untuk ikut membenci dan mengintimidasi target tersebut. Cyberbullying terjadi apabila sudah ada orang yang merasa tersakiti, terluka, dipermalukan, dan merasa sedih, “kata Diena. Ia berharap agar anak-anak diharapkan menjadi netizen unggul yang juga memiliki empati terhadap teman-temannya. Tidak menyakiti orang lain melalui cyberbullying, bahkan mampu memberikan semangat dan mendampingi teman-temannya yang menjadi korban cyberbullying. Ciput Eka Purwianti, Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) mengingatkan kapada para orang tua bahwa seringkali anak tidak mengetahui dan menyadari berbahaya pada media sosial. Menurutnya, masih banyak anak-anak yang tidak mengetahui konsekuensi berbahaya pada media sosial. “Anak harus sadar ketika mereka mengakses media sosial, kemungkinan ada predator seksual anak yang mengintai dan menyasar mereka untuk melakukan hal-hal berbahaya. Mereka mendekati anak-anak melalui pesan langsung (direct message) di media sosial. Sayangnya, anak-anak juga tidak tahu bagaimana caranya melindungi diri mereka dari predator seksual anak di media sosial,” ujar Eka.  Eka berharap agar orang tua bekerjasama dengan anak-anaknya untuk menggunakan parenting control dan melakukan kesepakatan terkait penggunaan media sosial. Parenting control dan kesepakatan dengan orangtua tidak terbatas pada penggunaan media sosial, tapi penggunaan gawai secara umum, termasuk akses aplikasi media sosial, game online, dan materi-materi online lainnya di internet. “Kami berharap anak-anak mampu menjadi netizen unggul,” terang Eka..
Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=249900863

25 Jul 2019

Yuk Membuat telur Asin dengan rasa kesukaan mu

Yuk Membuat telur Asin dengan rasa kesukaan mu

TELUR ASIN BERBUMBU SIMPLE TANPA ABU TANPA BATU BATA
BAHAN
25 Butir telur ayam atau Bebek kondisi mentah sekitar 1 ½ kg
375 gram garam kasar
Secukupnya air, saya habis sekitar 2 Liter
15 siung bawang putih
Cabe rawit, atau cabe merah besar atau cabe merah keriting sesuai selera. Untuk jenis cabenya sesuai selera saja ya. Jika suka pedas disarankan menggunakan cabe Rawit.
CARA MEMBUAT
Pertama cuci bersih telur untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Gosok pelan dengan menggunakan spons kasar untuk membuka pori-pori kulit telur agar bumbu lebih meresap. Sisihkan.
Dalam panci, larutkan garam dengan air secukupnya lalu di masak sampai mendidih dinginkan.
Iris bawang putih dan cabe kecil-kecil. sisihkan.
Tuang larutan garam yang direbus tadi ke dalam wadah atau toples, tambahkan bawang putih dan cabe yang sudah diiris tadi. Aduk rata.
Lalu masukan telur yang sudah di cuci tadi ke dalam wadah yang sudah berisi air garam yang sudah didinginkan tadi.
Terakhir siapkan air biasa [yang penting bersih] dalam plastik ukuran 1kg atau plastik kecil-kecil juga boleh, timpakan atau tindihkan bungkusan air diplastik tadi ke atas rendaman telur. Tujuannya itu agar telur-telur yang sudah dalam wadah tadi tenggelam alias tidak mengapung.
Lalu tutup wadah nya tadi, rendam selama 10-15 hari.
Kalau saya cukup merendam telur selama 10 hari dan rasa asinnya itu sudah pas. Tapi kembali ke selera masing-masing ya. 

Tahap paling akhir rebus telur langsung menggunakan air rendaman tadi selama 30 menit angkat, siap disajikan.
NOTE: saat merebus pastikan tutup panci agak terbuka biar gak rawan pecah. Gunakan api sedang.
Untuk hasil telur asin yang tahan lama, setelah direbus bisa dikukus dulu selama 2-3 jam agar bisa awet selama 1 bulan di suhu ruang.
Jika ingin dijual disarankan direndam 15 hari agar garamnya lebih meresap dan bisa menjadi pengawet alami agar telur lebih tahan lama.

28 Mei 2019

Mental Tahan Banting


Berikanlah anak kesempatan untuk mencurahkan segala yang ada di pikirannya. Selain itu dengarkanlah apa saja yang dikatakan oleh anak dengan sabar. Puji juga keberaniannya di dalam berekspresi lewat suatu cerita. cara membentuk mental anak agar tahan banting  ini akan membuat anak menjadi merasa dihargai pada lingkungannya. • Melatih Sikap Ramah Latihlah anak untuk bersikap ramah yaitu dengan menyapa tetangga ataupun petugas keamanan dan kebersihan ketika mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks. Pastikan anak menyapa mereka dengan senyum yang tulus. Berikan ia pengertian bahwa lewat cara sederhana ini bisa membuat dirinya serta orang lain menjadi senang. • Pesan Positif dari Buku Anda bisa mengajarkan anak mengenai pentingnya menolong kepada sesama, nilai-nilai toleransi serta kejujuran. Agar anak tertarik untuk mendengarkannya, sampaikanlah cerita-cerita tersebut dengan komunikatif. Kebiasaan untuk Membangun Mental yang Kuat Membangun mental yang kuat diperlukan kebiasaan selain menerapkan cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas, Anda perlu melakukan beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak. • Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional diperlukan untuk membangun mental yang kuat. Latihlah anak untuk bisa mengelola emosinya. Hal ini karena seseorang tidak akan bisa memiliki mental yang kuat tanpa adanya kemampuan untuk memahami serta mengendalikan emosi negatif yang ada di dalam dirinya. • Menerima Kegagalan Ajari anak untuk mau menerima kegagalan. Pahamkan kepada anak bahwa setiap apa yang diusahakan tidak selalu menghasilkan seperti yang diinginkan. Rasa ikhlas menerima kegagalan akan membuat anak menjadi pribadi yang tahan banting. • Percaya Diri Latihlah anak agar menjadi pribadi yang percaya diri. Kepercayaan diri anak terhadap sesuatu yang bersifat positif akan membantunya untuk menginspirasi anak lainnya yang ada di sekitarnya. • Adaptasi dengan Perubahan Mental yang kuat bisa terbangun jika anak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya dan bersifat fleksibel. Ketakutan mengenai perubahan akan menimbulkan kekhawatiran serta cemas yang berlebihan. Anda bisa melatih anak agar terbiasa beradaptasi dengan perubahan. Misalnya yaitu dengan mengajak anak untuk berada dalam lingkungan yang tidak seperti biasanya. Hal ini akan bermanfaat untuk anak kelak ketika sudah dewasa. Jadi, bagi Anda yang menginginkan anak agar bermental positif 5 cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas bisa coba untuk dilakukan. Selain itu, beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak agar kuat di atas juga bisa diterapkan. 

Berikanlah anak kesempatan untuk mencurahkan segala yang ada di pikirannya. Selain itu dengarkanlah apa saja yang dikatakan oleh anak dengan sabar. Puji juga keberaniannya di dalam berekspresi lewat suatu cerita. cara membentuk mental anak agar tahan banting  ini akan membuat anak menjadi merasa dihargai pada lingkungannya. • Melatih Sikap Ramah Latihlah anak untuk bersikap ramah yaitu dengan menyapa tetangga ataupun petugas keamanan dan kebersihan ketika mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks. Pastikan anak menyapa mereka dengan senyum yang tulus. Berikan ia pengertian bahwa lewat cara sederhana ini bisa membuat dirinya serta orang lain menjadi senang. • Pesan Positif dari Buku Anda bisa mengajarkan anak mengenai pentingnya menolong kepada sesama, nilai-nilai toleransi serta kejujuran. Agar anak tertarik untuk mendengarkannya, sampaikanlah cerita-cerita tersebut dengan komunikatif. Kebiasaan untuk Membangun Mental yang Kuat Membangun mental yang kuat diperlukan kebiasaan selain menerapkan cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas, Anda perlu melakukan beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak. • Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional diperlukan untuk membangun mental yang kuat. Latihlah anak untuk bisa mengelola emosinya. Hal ini karena seseorang tidak akan bisa memiliki mental yang kuat tanpa adanya kemampuan untuk memahami serta mengendalikan emosi negatif yang ada di dalam dirinya. • Menerima Kegagalan Ajari anak untuk mau menerima kegagalan. Pahamkan kepada anak bahwa setiap apa yang diusahakan tidak selalu menghasilkan seperti yang diinginkan. Rasa ikhlas menerima kegagalan akan membuat anak menjadi pribadi yang tahan banting. • Percaya Diri Latihlah anak agar menjadi pribadi yang percaya diri. Kepercayaan diri anak terhadap sesuatu yang bersifat positif akan membantunya untuk menginspirasi anak lainnya yang ada di sekitarnya. • Adaptasi dengan Perubahan Mental yang kuat bisa terbangun jika anak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungannya dan bersifat fleksibel. Ketakutan mengenai perubahan akan menimbulkan kekhawatiran serta cemas yang berlebihan. Anda bisa melatih anak agar terbiasa beradaptasi dengan perubahan. Misalnya yaitu dengan mengajak anak untuk berada dalam lingkungan yang tidak seperti biasanya. Hal ini akan bermanfaat untuk anak kelak ketika sudah dewasa. Jadi, bagi Anda yang menginginkan anak agar bermental positif 5 cara membentuk mental anak agar tahan banting di atas bisa coba untuk dilakukan. Selain itu, beberapa kebiasaan untuk membangun mental anak agar kuat di atas juga bisa diterapkan.

Sumber; SDNET

21 Jan 2019

Haji Agus Salim membiasakan anaknya bersikap kritis

Bagaimana Haji Agus Salim, Pejuang kemerdekaan Indonesia, mendidik langsung tujuh dari delapan anaknya melalui homeschooling? Dalam buku Menyingkap Tirai Sejarah (Gramedia, 2012) yang ditulis sejarahwan, Asvi Marwan Adam, diceritakan, Agus Salim tidak menentukan jam belajar dan bermain kepada anak-anaknya. Setiap ada kesempatan, ia menggunakannya untuk mendidik mereka. Ia paham betul cara untuk membuat anaknya selalu ingin tahu dan mengajarkan di mana mereka bisa memuaskan keingintahuan itu, yaitu membaca buku.
Agus Salim memberikan ruang kepada anak-anaknya untuk bertanya, mengkritik, bahkan membantah jika tak sependapat asalkan dengan alasan yang tepat. Ia selalu merangsang anak-anaknya untuk tidak hanya menerima pelajaran begitu saja, tapi juga memiliki daya kritis.
Nampaknya hal itu sesuai dengan karakter Agus Salim sendiri. Ia dikenal sebagai sosok vokal, jago debat, dan memiliki pengetahuan yang luas sehingga berjuluk singa podium. Bahkan, wakil presiden saat itu, Mohammad Hatta menjulukinya Salim op zijn best (Salim adalah orang hebat dan terbaik).
Karena itu, Agus Salim mewajibkan seluruh anak-anaknya mengikuti pelajaran yang ia berikan setiap hari. Pelajarannya mencangkup baca-tulis, bahasa, budi pekerti, dan agama.
Metode pengajarannya sangat menyenangkan tapi tetap mendidik. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung diajarkan secara santai, seolah-olah seperti sedang bermain. Sedangkan nilai-nilai budi pekerti, pelajaran sejarah, dan materi ilmu sosial lainnya diberikan melalui bercerita dan obrolan sehari-hari. 
Agus Salim tak semata-mata mengutamakan kepintaran anak-anaknya, namun juga memperhatikan pertumbuhan jiwa mereka. Ia bersama istrinya tak ingin anak-anak terkekang oleh kehendak orangtua. 
Siti Asiah, salah seorang putri Agus Salim, menuturkan, ayah dan ibunya mengajarkan anak-anaknya secara bergantian dan berlangsung sambil bermain atau ketika sedang makan.
Salah satu model pembelajarannya, ayah dan ibunya sering menyanyikan lagu-lagu yang liriknya diambil dari karya sastrawan dunia. Selain itu, ayahnya juga pandai bercanda, sehingga bisa memikat dan tak membosankan.
Dalam buku Bunga Rampai dari Sejarah, Bulan Bintang, 1972 yang ditulis Mohammad Roem, disebutkan, salah satu kebiasaan menyenangkan sekaligus mencerdaskan yang diterapkan Agus Salim di keluarga adalah membaca. Ia menyediakan buku-buku berbahasa asing. Hasilnya, kecerdasan anak-anak Salim berkembang pesat. Di usia, balita mereka sudah lancar baca-tulis dengan banyak bahasa.
Roem pernah takjub dan terheran-heran saat berbincang-bincang dengan Dolly dan Totok. Keduanya yang saat itu masih usia dibawah 15 tahun, mampu meladeninya saat berdebat tentang pengetahuan yang diajarkan di sekolah tingkat atas(SK)